Ibnu Abbas ra mengisahkan bahwa suatu hari Rasulullah saw melintasi
dua makam, lalu beliau berkata, "Sesungguhnya mereka berdua sedang
disiksa, mereka bedua disiksa bukan disebabkan melakukan dosa besar.
Salah satu dari mereka disiksa karena TIDAK SAMPAI BERSIH SAAT BERSUCI
dari buang air kecil."Seorang perempuan Yahudi mendatangi Aisyah seraya berkata,
"Sesungguhnya azab kubur itu disebabkan air kencing." Mendengar
perkataannya, Aisyah berkata, "Engkau bohong." Perempuan Yahudi itu
menjelaskan, "Karena air kencing itu mengenai kulit dan pakaian."Kemudian Rasulullah saw keluar untuk mengerjakan shalat, sedangkan
suara kami semakin keras terdengar (karena ribut). Mendengar keributan
ini Rasulullah saw bertanya, "Ada apa ini?" Aisyah pun meceritakan
kepadanya apa yang telah dikatakan oleh perempuan Yahudi tadi, setelah
itu Rasulullah saw bersabda, "Dia memang benar."
Abdurrahman bin Hasaah mendengar Rasulullah saw bertanya, "Tahukah
kalian apa yang telah menimpa salah seorang Bani Israil? Dulu, saat
mereka terkena air kencing, mereka segera membersihkannya dengan
memotong pakaian yang terkena cipratan air kencing tersebut. Melihat
perbuatan ini, orang itu melarang mereka, maka dia pun diadzab dalam
kuburnya.
Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Huraihah ra secara mauquf,
Rasulullah saw bersabda,
" Kebanyakan siksa kubur itu disebabkan air kencing."
Pada suatu malam Abdullah bin Umar pergi ke rumah seorang perempuan tua yang di samping rumahnya terdapat pemakaman. Lalu dia mendengar suara lirih yang berkata,
"Kencing, apa itu kencing? Gayung, apa itu gayung?" Abdullah bin Umar pun berkata, "Celaka, apa yang terjadi?"
Perempuan tua itu menjawab, "Itu adalah suara suamiku yang tidak
pernah bersuci dari buang air kecil." Mendengar penjelasan tersebut,
Abdullah bin Umar berkata, "Celakalah dia! Unta saja alau kencing
bersuci, tapi dia malah tidak peduli." Perempuan tua itu kembali
menuturkan kisah suaminya : Ketika suamiku sedang duduk, ada seorang
lelaki mendatanginya seraya berkata, "Berilah aku minum, aku sangat
haus." Suamiku malah berkata, "Engkau membawa gayung sedangkan gayung
kami tergantung." Orang itu berkata, "Wahai tuan, berilah aku minum,
aku hampir mati kehausan." Suamiku berkata, "Engkau membawa gayung."
Akhirnya lelaki yang meminta air untuk minum itu meninggal dunia.
Setelah itu, suamiku juga meninggal dunia. Namun sejak hari pertama
dia meniggal dunia, seringkali terdengar suara suamiku dari arah
pemakaman,
"Kencing, apa itu kencing? Gayung, apa itu gayung?"
* Nauzubillah min dzalik, ternyata perkara kecil saja bisa menyebabkan
kita mendapat siksa kubur ya? Banyak orang memandang remeh bersuci
setelah buang air kecil (kurang bersih bahkan tidak bersuci sama
sekali), padahal hal yang remeh itu bisa menjadi malapetaka ketika
kita masuk pada Alam Barzakh.
"Ya Allah, lindungi kami semua dari siksa neraka, siksa kubur, fitnah
dunia & alam barzakh, serta fitnah yang ditimbulkan oleh dajjal, amin."
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8796982
Selasa, 13 Maret 2012
dimana ALLAH? mari kita bahas sesuai Al-qur'an dan hadits shohih
banyak diantara kita kaum muslimin kalau ditanya kan Dimana ALLAH maka banyak sekali diantara kita akan menjawab ALLAH berada dimana2, atau ada juga yang menjawab ALLAH berada di hatinya orang mukmin.
SUBHAANALLAH, hal ini sangatlah keliru sekali, karena hal tersebut termasuk aqidah dalam beragama islam, untuk itu saya akan membahas secara ilmiyah Dimana ALLAH.
didalam Al-qur'an terdapat 7 surat yang menjelaskan dimana keberadaan ALLAH dan di hadits yang shohih
ALLAH berada diatas langit ketujuh,( diatas Arsy)
dalil dari Al-qur'an
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS Al-a'raf : 54)
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS Yunus :3)
"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS Al Ra'd :2)
"(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ’Arsy" (QS Thaha : 5)
"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara kedua-duanya dalam enam masa, kemudian Dia (Allah) bersemayam di atas 'Arash. (Dialah) al-Rahman (Yang Maha Pemurah), maka tanyakanlah hal itu kepada al-Khabir (Yang Maha Mengerti). ( QS Al-Furqan :59 )
"Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS As-sajadah :4)
"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; Kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hadid :4)
dan yang paling jelas dan paling gamblang, yang kalau kita benar2 beriman kepada ayat ALLAH ga mungkin lagi kita menolaknya ada disurat Al-mulk ayat 16 dan 17
"Tidakkah kamu merasa aman dari Allah yang berada DI LANGIT bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang. Atau apakah merasa aman terhadap Allah yang DI LANGIT bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku”. (QS Al-Mulk : 16-17).
dari hadits nabi yang shohih
"Dari Muawiyah bin Hakam As-Sulami -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “…Saya memiliki seorang budak wanita yang bekerja sebagai pengembala kambing di gunung Uhud dan Al-Jawwaniyyah (tempat dekat gunung Uhud). Suatu saat saya pernah memergoki seekor serigala telah memakan seekor dombanya. Saya termasuk dari bani Adam, saya juga marah sebagaimana mereka juga marah, sehingga saya menamparnya, kemudian saya datang pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ternyata beliau menganggap besar masalah itu. Saya berkata: “Wahai Rasulullah, apakah saya merdekakan budak itu?” Jawab beliau: “Bawalah budak itu padaku”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Dimana Allah?” Jawab budak tersebut: “Di atas langit”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi: “Siapa saya?”. Jawab budak tersebut: “Engkau adalah Rasulullah”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Merdekakanlah budak ini karena dia seorang wanita mukminah”.
dari hadits shohih diatas, dapat disimpulkan, budak wanita itu sudah dihukumi muslim, karena menyatakan ALLAH berada diatas langit dan mengatakan Muhammad Rasulullah shallallahu'alayhi wassalam
namun demikian kita tidak boleh memikirkan bagaimana ALLAH cara bersemayamnya, yang terpenting adalah kita beriman kalau ALLAH berada diatas Arsy, tanpa harus memikir2kan kaifiyahnya (bagaimana caranya)
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13258332
SUBHAANALLAH, hal ini sangatlah keliru sekali, karena hal tersebut termasuk aqidah dalam beragama islam, untuk itu saya akan membahas secara ilmiyah Dimana ALLAH.
didalam Al-qur'an terdapat 7 surat yang menjelaskan dimana keberadaan ALLAH dan di hadits yang shohih
ALLAH berada diatas langit ketujuh,( diatas Arsy)
dalil dari Al-qur'an
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS Al-a'raf : 54)
"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS Yunus :3)
"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS Al Ra'd :2)
"(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ’Arsy" (QS Thaha : 5)
"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara kedua-duanya dalam enam masa, kemudian Dia (Allah) bersemayam di atas 'Arash. (Dialah) al-Rahman (Yang Maha Pemurah), maka tanyakanlah hal itu kepada al-Khabir (Yang Maha Mengerti). ( QS Al-Furqan :59 )
"Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS As-sajadah :4)
"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; Kemudian Dia bersemayam di atas ’Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hadid :4)
dan yang paling jelas dan paling gamblang, yang kalau kita benar2 beriman kepada ayat ALLAH ga mungkin lagi kita menolaknya ada disurat Al-mulk ayat 16 dan 17
"Tidakkah kamu merasa aman dari Allah yang berada DI LANGIT bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang. Atau apakah merasa aman terhadap Allah yang DI LANGIT bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku”. (QS Al-Mulk : 16-17).
dari hadits nabi yang shohih
"Dari Muawiyah bin Hakam As-Sulami -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “…Saya memiliki seorang budak wanita yang bekerja sebagai pengembala kambing di gunung Uhud dan Al-Jawwaniyyah (tempat dekat gunung Uhud). Suatu saat saya pernah memergoki seekor serigala telah memakan seekor dombanya. Saya termasuk dari bani Adam, saya juga marah sebagaimana mereka juga marah, sehingga saya menamparnya, kemudian saya datang pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ternyata beliau menganggap besar masalah itu. Saya berkata: “Wahai Rasulullah, apakah saya merdekakan budak itu?” Jawab beliau: “Bawalah budak itu padaku”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Dimana Allah?” Jawab budak tersebut: “Di atas langit”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi: “Siapa saya?”. Jawab budak tersebut: “Engkau adalah Rasulullah”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Merdekakanlah budak ini karena dia seorang wanita mukminah”.
dari hadits shohih diatas, dapat disimpulkan, budak wanita itu sudah dihukumi muslim, karena menyatakan ALLAH berada diatas langit dan mengatakan Muhammad Rasulullah shallallahu'alayhi wassalam
namun demikian kita tidak boleh memikirkan bagaimana ALLAH cara bersemayamnya, yang terpenting adalah kita beriman kalau ALLAH berada diatas Arsy, tanpa harus memikir2kan kaifiyahnya (bagaimana caranya)
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13258332
Istri-istri Rasulullah dan Alasan beliau melakukan Poligami
Diharapkan dibaca sampai selesai, supaya kita tau apa alasan Rasulullah melakukan banyak pernikahan
Istri-istri nabi menurut pendapat yang bener adalah 11 orang
istri2 Rasulullah adalah ibu2 orang yang beriman
1 Istri pertama adalah Khadijah bintu Khuwailid RA beliau adalah istri pertama Rasulullah yang saat itu beliau berumur 25 tahun, dan ibunda Khadijah berumur 40 tahun, ibunda Khadijah pernah menikah sebelumnya 2 kali, dan para suaminya terdahulu meninggal. dan ketika itu Rasulullah hanya menikah dengan ibunda Khadijah sampai ibunda Khadijah wafat, semua putra-putri Rasulullah semuanya berasal dari Ibunda Khadijah, kecuali Ibrahim
2.Istri kedua adalah Saudah bintu zam'ad RA, beliau juga merupakan seorang janda, sehabis masa iddahnya beliau dinikahin oleh Rasulullah, pada bulan Syawal setelah 1 bulan ibunda Khadijah wafat. Rasulullah menikahinya untuk menghormati dan menenangkan hatinya karena dia janda, dan bertujuan juga untuk mengangkat derajatnya. meninggal pada tahun 54 H
3.Istri ketiga beliau adalah Aisyah binti Abu Bakar As siddiq RA, pada bulan Syawal juga, setelah setahun menikahi Saudah, yaitu tahun 11 kenabian beliau, ketika dinikahi ibunda Aisyah berumur 6 tahun, dan saat itu beliau belum mengumpulinya, dan setelah umur 9 tahun baru beliau mengumpuli Aisyah (kalau di Arab umur 9 tahun udah dikatakan dewasa), ibunda Aisyah
satu2 nya istri beliau yang gadis, meninggal pada tahun 57 H
4.Istri keempat beliau adalah Hafsah binti Umar bin Khattab RA, beliau juga seorang janda, yang suaminya meninggal saat perang Uhud,. Rasulullah menikahinya karena ingin mengangkat derajatnya, dan ingin menyambung kekeluargaan bersama ayahnya Umar bin Khattab, beliau meninggal pada tahun 45 H.
5.Istri kelima beliau Zainab bintu khuzaimah RA, beliau juga seorang janda yang suaminya terbunuh dimedan perang, ibunda Zainab ini terkenal juga dengan kedermawanannya, yang diberi gelar Ummul Masakin (ibunya orang2 miskin). beliau meninggal dimadinah, dan disholatkan langsung oleh Rasulullah. beliau menikah dengan Rasulullah tidak berlangsung lama, sekitar 8 bulan atau sekitar 3 bulan menurut perbedaan pendapat
6. Istri keenam beliau adalah Ummu Salamah RA, atau namanya Hindun bintu Abi umayyah. beliau mula2 istri dari Abu salamah, kemudian meninggal dunia. dan setelah masa iddahnya lewat beliau dinikahi oleh Rasulullah untuk menenangkan hatinya, dan juga menyambung tali hubungan dengan kerabatnya, sukunya.
7. Istri ketujuh beliau adalah Zainab bintu ja'syin RA, beliau dinikahi oleh Rasulullah dalam keadaan janda. Beliau dinikahkan langsung oleh Allah SWT atau langsung diperintahkan oleh Allah untuk menikahi beliau. melalui surat Al-Ahzab ayat 37
" Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni'mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni'mat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu'min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya . Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
sehingga Zainab ini suka membanggakan diri kepada istri2 nabi kalau dia dinikahkan langsung sama Allah. Zainab ini merupakan sepupu dari RAsulullah sendiri. beliau juga dikenal dengan banyak ibadah, dan banyak shodaqoh.
8.Istri kedelapan beliau Juwairiyah bintul Harits RA, bapaknya ini kepala suku banil Mustholik, beliau dahulunya adalah tawanan perang, yang singkat cerita beliau dibebaskan oleh Rasulullah dan dinikahinya dan beliau masuk islam. kemudian karena beliau jadi istri Rasulullah maka tawanan perang semuanya itu dibebaskan, yang sejumlah 100 kepala keluarga, karena merupakan ipar Rasulullah juga.
9. Istri kesembilan beliau Ummu Habibah, namanya Romlah bintu abi sufyan RA. beliau juga janda karena beliau cerai dengan suaminya karena murtad, dan akhirnya beliau dinikahin oleh Rasulullah yang diberikan mahalnya oleh raja Najasi sebesar 400 dinar ( 1 dinar sma dengan 4,1/4 gram emas)
yang membuat bapaknya Abu sufyan masuk islam, setelah penaklukan kota Mekkah
10. Istri kesepuluh beliau Sofiah bintu huyai bin akhtob RA. beliau adalah anak kepala suku dari bani israil keturunan nabi harun. yang ketika itu terjadinya perang dengan Yahudi atau perang Khaibar, ketika itu Sofiah tertawan, lalu ditawarkan oleh Rasulullah untuk masuk islam, lalu beliau mau masuk islam, lalu dinikahi sama Rasulullah agar islam itu lebih menyebar.
11 Istri kesebelas beliau Maimunah bintu kharits RA merupakan bibi dari Ibnu Abbas. beliau dinikahi oleh Rasulullah karena ditinggal mati oleh suaminya.
kenapa Rasulullah banyak menikah?
dan merupakan khusus dari Rasulullah, itu diberi kebebasan sama ALLAH.
jadi intinya Rasulullah menikahi banyak wanita tujuan utamanya adalah untuk memperlancar da'wahya dalam menyebarkan islam agar dapat menarik hati keluarga dan suku, karena kalau dengan da'wah saja, islam kurang dilirik oleh banyak suku, kalau adanya hubungan pernikahan maka, mereka juga menganggap Muhammad juga bagian dari mereka juga dan mereka mau menerima da'wah nabi, dan dengan banyak nya istri tersebut bisa dapat meriwayatkan banyak hadits dari istri2nya, yang ga mungkin orang lain tau bagaimana kehidupan rumah tangga Beliau, dan menenangkan hati wanita itu yang ditinggalkan suaminya
Kemudian ada pertanyaan kenapa beliau menikahi Aisyah dalam usia muda,?
jawabannya adalah karena ibunda Aisyah diharapkan panjang umurnya untuk menyebarkan agama, dan para perawi hadist, dan memang ibunda Aisyah sering dan meriwayatkan Hadits2 dari Rasulullah
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10744492
Istri-istri nabi menurut pendapat yang bener adalah 11 orang
istri2 Rasulullah adalah ibu2 orang yang beriman
1 Istri pertama adalah Khadijah bintu Khuwailid RA beliau adalah istri pertama Rasulullah yang saat itu beliau berumur 25 tahun, dan ibunda Khadijah berumur 40 tahun, ibunda Khadijah pernah menikah sebelumnya 2 kali, dan para suaminya terdahulu meninggal. dan ketika itu Rasulullah hanya menikah dengan ibunda Khadijah sampai ibunda Khadijah wafat, semua putra-putri Rasulullah semuanya berasal dari Ibunda Khadijah, kecuali Ibrahim
2.Istri kedua adalah Saudah bintu zam'ad RA, beliau juga merupakan seorang janda, sehabis masa iddahnya beliau dinikahin oleh Rasulullah, pada bulan Syawal setelah 1 bulan ibunda Khadijah wafat. Rasulullah menikahinya untuk menghormati dan menenangkan hatinya karena dia janda, dan bertujuan juga untuk mengangkat derajatnya. meninggal pada tahun 54 H
3.Istri ketiga beliau adalah Aisyah binti Abu Bakar As siddiq RA, pada bulan Syawal juga, setelah setahun menikahi Saudah, yaitu tahun 11 kenabian beliau, ketika dinikahi ibunda Aisyah berumur 6 tahun, dan saat itu beliau belum mengumpulinya, dan setelah umur 9 tahun baru beliau mengumpuli Aisyah (kalau di Arab umur 9 tahun udah dikatakan dewasa), ibunda Aisyah
satu2 nya istri beliau yang gadis, meninggal pada tahun 57 H
4.Istri keempat beliau adalah Hafsah binti Umar bin Khattab RA, beliau juga seorang janda, yang suaminya meninggal saat perang Uhud,. Rasulullah menikahinya karena ingin mengangkat derajatnya, dan ingin menyambung kekeluargaan bersama ayahnya Umar bin Khattab, beliau meninggal pada tahun 45 H.
5.Istri kelima beliau Zainab bintu khuzaimah RA, beliau juga seorang janda yang suaminya terbunuh dimedan perang, ibunda Zainab ini terkenal juga dengan kedermawanannya, yang diberi gelar Ummul Masakin (ibunya orang2 miskin). beliau meninggal dimadinah, dan disholatkan langsung oleh Rasulullah. beliau menikah dengan Rasulullah tidak berlangsung lama, sekitar 8 bulan atau sekitar 3 bulan menurut perbedaan pendapat
6. Istri keenam beliau adalah Ummu Salamah RA, atau namanya Hindun bintu Abi umayyah. beliau mula2 istri dari Abu salamah, kemudian meninggal dunia. dan setelah masa iddahnya lewat beliau dinikahi oleh Rasulullah untuk menenangkan hatinya, dan juga menyambung tali hubungan dengan kerabatnya, sukunya.
7. Istri ketujuh beliau adalah Zainab bintu ja'syin RA, beliau dinikahi oleh Rasulullah dalam keadaan janda. Beliau dinikahkan langsung oleh Allah SWT atau langsung diperintahkan oleh Allah untuk menikahi beliau. melalui surat Al-Ahzab ayat 37
" Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni'mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni'mat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu'min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya . Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
sehingga Zainab ini suka membanggakan diri kepada istri2 nabi kalau dia dinikahkan langsung sama Allah. Zainab ini merupakan sepupu dari RAsulullah sendiri. beliau juga dikenal dengan banyak ibadah, dan banyak shodaqoh.
8.Istri kedelapan beliau Juwairiyah bintul Harits RA, bapaknya ini kepala suku banil Mustholik, beliau dahulunya adalah tawanan perang, yang singkat cerita beliau dibebaskan oleh Rasulullah dan dinikahinya dan beliau masuk islam. kemudian karena beliau jadi istri Rasulullah maka tawanan perang semuanya itu dibebaskan, yang sejumlah 100 kepala keluarga, karena merupakan ipar Rasulullah juga.
9. Istri kesembilan beliau Ummu Habibah, namanya Romlah bintu abi sufyan RA. beliau juga janda karena beliau cerai dengan suaminya karena murtad, dan akhirnya beliau dinikahin oleh Rasulullah yang diberikan mahalnya oleh raja Najasi sebesar 400 dinar ( 1 dinar sma dengan 4,1/4 gram emas)
yang membuat bapaknya Abu sufyan masuk islam, setelah penaklukan kota Mekkah
10. Istri kesepuluh beliau Sofiah bintu huyai bin akhtob RA. beliau adalah anak kepala suku dari bani israil keturunan nabi harun. yang ketika itu terjadinya perang dengan Yahudi atau perang Khaibar, ketika itu Sofiah tertawan, lalu ditawarkan oleh Rasulullah untuk masuk islam, lalu beliau mau masuk islam, lalu dinikahi sama Rasulullah agar islam itu lebih menyebar.
11 Istri kesebelas beliau Maimunah bintu kharits RA merupakan bibi dari Ibnu Abbas. beliau dinikahi oleh Rasulullah karena ditinggal mati oleh suaminya.
kenapa Rasulullah banyak menikah?
dan merupakan khusus dari Rasulullah, itu diberi kebebasan sama ALLAH.
jadi intinya Rasulullah menikahi banyak wanita tujuan utamanya adalah untuk memperlancar da'wahya dalam menyebarkan islam agar dapat menarik hati keluarga dan suku, karena kalau dengan da'wah saja, islam kurang dilirik oleh banyak suku, kalau adanya hubungan pernikahan maka, mereka juga menganggap Muhammad juga bagian dari mereka juga dan mereka mau menerima da'wah nabi, dan dengan banyak nya istri tersebut bisa dapat meriwayatkan banyak hadits dari istri2nya, yang ga mungkin orang lain tau bagaimana kehidupan rumah tangga Beliau, dan menenangkan hati wanita itu yang ditinggalkan suaminya
Kemudian ada pertanyaan kenapa beliau menikahi Aisyah dalam usia muda,?
jawabannya adalah karena ibunda Aisyah diharapkan panjang umurnya untuk menyebarkan agama, dan para perawi hadist, dan memang ibunda Aisyah sering dan meriwayatkan Hadits2 dari Rasulullah
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10744492
Beginilah gambaran wanita menggunakan jilbab PUNUK ONTA



Hijab Punuk unta
Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..
Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”
“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],
2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.
(HR. Muslim dan yang lain).
Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:
Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:
“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…
Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.
Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.
Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.
Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.
Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.
Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.
“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.
“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.
“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.
Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur.
Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.
Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.
Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.
Fatwa Syaikhuna Fadlilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah:
Pertanyaan :
Apakah perbuatan yang dilakukan sebagian wanita berupa mengumpulkan rambut menjadi berbentuk bulat (menggelung/menyanggul) di belakang kepala, masuk ke dalam ancaman dalam hadits :
نساء كاسيات عاريات … رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة …“…Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang… kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga…“ ?
Jawaban :
Adapun jika seorang wanita menggelung rambutnya karena ada kesibukan kemudian mengembalikannya setelah selesai, maka ini tidak mengapa, karena ia tidak melakukannya dengan niat berhias, akan tetapi karena adanya hajat/keperluan.
Adapun mengangkat dan menggelung rambut untuk tujuan berhias, jika dilakukan ke bagian atas kepala maka ini masuk ke dalam larangan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam :
رؤوسهن كأسنمة البخت …“…kepala-kepala mereka seperti punuk unta…”, dan punuk itu adanya di atas…“
Sumber : “Liqo’ Bab al-Maftuh” kaset no. 161.
Fatwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah:
Pertanyaan :
Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang hijabnya?
Jawaban :
Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.
Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.
Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.
Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27:
Pertanyaan:
Apakah boleh kita berkeyakinan tentang kafirnya para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali” (Al-Hadits)?.
Siapa saja yang meyakini akan halalnya hal itu dari kalangan para wanita padahal telah dijelaskan kepadanya [kalau tidak halal] dan diberi pengertian tentang hukumnya, maka ia kafir.
Adapun yang tidak menghalalkan hal itu dari kalangan para wanita akan tetapi ia keluar rumah dalam keadaan berpakaian tapi telanjang, maka ia tidak kafir, akan tetapi ia terjerumus dalam dosa besar, yang harus melepaskan diri darinya dan taubat daripadanya kepada Allah, semoga Allah mengampuninya. Jika ia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosanya itu maka ia berada dalam kehendak Allah sebagaimana layaknya para ahli maksiat; sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An-Nisaa’: 48). Selesai. Fatwa ‘Al-Lajnah Ad-Da’imah’ 2/27.
Kesimpulan:
Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik hijabnya .
Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium dari jarak yang sangat jauh.
Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup.
“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”
[Q.S. Al Hujaraat : 15]
Kalau kita cermati dengan seksama maka akan jelas sekali bahwa saat ini banyak kaum wanita yang telah melakukan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam hadits tersebut, yaitu memakai jilbab yang dibentuk sehingga mirip punuk onta. Kalau berjilbab seperti ini saja tidak masuk surga, bagaimana pula yang tidak berjilbab?
Inti dari larangan dalam hadits tersebut adalah bertabarruj, yaitu keluar rumah dengan berdandan yang melanggar aturan syari’at dan berjilbab yang tidak benar sebagaimana firman Allah:
“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).
Adapun ketika dirumah dan dihadapan suami, maka para isteri diperbolehkan berdandan dengan cara apa saja yang menarik hati suaminya, bahkan tanpa mengenakan sehelai kainpun juga boleh, tidak haram, bahkan berpahala.
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11583690
Mengerikan: Inilah Barisan-barisan Manusia di Akhirat Kelak. Anda di Barisan Dimana?
Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku mengenai firman Allah SWT: Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” (Surah an-Naba’:18)
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….”
Maka dijelaskanlah oleh Rasulullah ke 12 barisan tersebut :-
BARISAN PERTAMA
Di iring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEDUA
Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KETIGA
Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEEMPAT
Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”
BARISAN KELIMA
Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEENAM
Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KETUJUH
Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KELAPAN
Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEMBILAN
Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEPULUH
Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEBELAS
Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEDUA BELAS
Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10086232
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….”
Maka dijelaskanlah oleh Rasulullah ke 12 barisan tersebut :-
BARISAN PERTAMA
Di iring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEDUA
Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KETIGA
Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEEMPAT
Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”
BARISAN KELIMA
Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEENAM
Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KETUJUH
Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KELAPAN
Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEMBILAN
Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEPULUH
Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KESEBELAS
Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”
BARISAN KEDUA BELAS
Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”
sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10086232
Kriteria wanita idaman menurut islam,gan..!!
"5 Kriteria Wanita Idaman yang Banyak dicari Pria"

(1) Kriteria Pertama : Memiliki Agama yang Bagus
Inilah yang harus jadi kriteria pertama sebelum kriteria-kriteria lainnya. Tentu saja wanita idaman memiliki aqidah yang bagus, bukan malah aqidah yang salah jalan. Seorang wanita yang baik agamanya tentu saja tidak suka membaca ramalan-ramalan bintang seperti zodiak dan shio.
Karena ini tentu saja menunjukkan rusaknya aqidah wanita tersebut. Membaca ramalan bintang sama halnya dengan mendatangi tukang ramal. Bahkan ini lebih parah dikarenakan tukang ramal sendiri yang datang ke rumahnya dan ia bawa melalui majalah yang memuat berbagai ramalan bintang setiap pekan atau setiap bulannya. Jika cuma sekedar membaca ramalan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan,
. Jika sampai membenarkan ramalan tersebut, lebih parah lagi akibatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Begitu pula ia paham tentang hukum-hukum Islam yang berkenaan dengan dirinya dan juga untuk mengurus keluarga nantinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan seorang pria untuk memilih perempuan yang baik agamanya. Beliau bersabda,
Perhatikanlah kisah berikut yang menunjukkan keberuntungan seseorang yang memilih wanita karena agamanya.
Yahya bin Yahya an Naisaburi mengatakan bahwa beliau berada di dekat Sufyan bin Uyainah ketika ada seorang yang menemui Ibnu Uyainah lantas berkata, “Wahai Abu Muhammad, aku datang ke sini dengan tujuan mengadukan fulanah -yaitu istrinya sendiri-. Aku adalah orang yang hina di hadapannya”. Beberapa saat lamanya, Ibnu Uyainah menundukkan kepalanya. Ketika beliau telah menegakkan kepalanya, beliau berkata, “Mungkin, dulu engkau menikahinya karena ingin meningkatkan martabat dan kehormatan?”. “Benar, wahai Abu Muhammad”, tegas orang tersebut. Ibnu Uyainah berkata,
“Siapa yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Siapa yang menikah karena cari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta dan kehormatan di samping agama”.
Kemudian beliau mulai bercerita, “Kami adalah empat laki-laki bersaudara, Muhammad, Imron, Ibrahim dan aku sendiri. Muhammad adalah kakak yang paling sulung sedangkan Imron adalah bungsu. Sedangkan aku adalah tengah-tengah. Ketika Muhammad hendak menikah, dia berorientasi pada kehormatan. Dia menikah dengan perempuan yang memiliki status sosial yang lebih tinggi dari pada dirinya. Pada akhirnya dia jadi orang yang hina. Sedangkan Imron ketika menikah berorientasi pada harta. Karenanya dia menikah dengan perempuan yang hartanya lebih banyak dibandingkan dirinya. Ternyata, pada akhirnya dia menjadi orang miskin. Keluarga istrinya merebut semua harta yang dia miliki tanpa menyisakan untuknya sedikitpun. Maka aku penasaran, ingin menyelidiki sebab terjadinya dua hal ini.
Tak disangka suatu hari Ma’mar bin Rasyid datang. Kau lantas bermusyawarah dengannya. Kuceritakan kepadanya kasus yang dialami oleh kedua saudaraku. Ma’mar lantas menyampaikan hadits dari Yahya bin Ja’dah dan hadits Aisyah. Hadits dari Yahya bin ja’dah adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
. Sedangkan hadits dari Aisyah adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Oleh karena itu kuputuskan untuk menikah karena faktor agama dan agar beban lebih ringan karena ingin mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di luar dugaan Allah kumpulkan untukku kehormatan dan harta di samping agama.[4]
Inilah kriteria wanita idaman yang patut diperhatikan pertama kali –yaitu baiknya agama- sebelum kriteria lainnya, sebelum kecantikan, martabat dan harta.
(2) Kriteria Kedua : Selalu Menjaga Aurat
Kriteria ini pun harus ada dan jadi pilihan. Namun sayangnya sebagian pria malah menginginkan wanita yang buka-buka aurat dan seksi. Benarlah, laki-laki yang jelek memang menginginkan wanita yang jelek pula.
Ingatlah, sangat bahaya jika seorang wanita yang berpakaian namun telanjang dijadikan pilihan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang dalam hadits ini adalah:
Sedangkan aurat wanita yang wajib ditutupi adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
Allah Ta’ala berfirman,
. Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Ta’ala juga berfirman,
. Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan.
(3) kriteria ketiga : Berbusana dengan memenuhi syarat pakaian yang syar’i
wanita yang menjadi idaman juga sepatutnya memenuhi beberapa kriteria berbusana berikut ini yang kami sarikan dari berbagai dalil al qur’an dan as sunnah.
Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh (termasuk kaki) kecuali wajah dan telapak tangan.
Syarat kedua: Bukan memakai pakaian untuk berhias diri.
Allah ta’ala berfirman,
. Abu ‘ubaidah mengatakan, “tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” az zujaj mengatakan, “tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”
syarat ketiga: Longgar, tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Syarat keempat: Tidak diberi wewangian atau parfum. Dari abu musa al asy’ary bahwanya ia berkata, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
dari yahya bin ja’dah, “di masa pemerintahan umar bin khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata,
“kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian”
dari ibrahim, umar (bin khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata,
“seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan umar)”.
syarat kelima: Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari ibnu abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
“rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.”
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
inilah di antara beberapa syarat pakaian wanita yang harus dipenuhi. Inilah wanita yang pantas dijadikan kriteria.
(4) kriteria keempat : Betah tinggal di rumah
di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.
Allah ta’ala berfirman,
ibnu katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “hendaklah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar rumah kecuali karena ada kebutuhan”.
Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada saudah -istri rasulullah-, “mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri nabi yang lain, pent)?” jawaban beliau, “aku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi mengatakan, “demi allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh moga allah ridha kepadanya.
Ibnul ‘arabi bercerita, “aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah napolis, palestina, tempat nabi ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari jumat berikutnya”.
Dari abdullah, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(5) kriteria kelima: Memiliki sifat malu
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
kriteria ini juga semestinya ada pada wanita idaman. Contohnya adalah ketika bergaul dengan pria. Wanita yang baik seharusnya memiliki sifat malu yang sangat. Cobalah perhatikan contoh yang bagus dari wanita di zaman nabi musa ‘alaihis salam. Allah ta’ala berfirman,
.lihatlah bagaimana bagusnya sifat kedua wanita ini, mereka malu berdesak-desakan dengan kaum lelaki untuk meminumkan ternaknya. Namun coba bayangkan dengan wanita di zaman sekarang ini!
Tidak cukup sampai di situ kebagusan akhlaq kedua wanita tersebut. Lihatlah bagaimana sifat mereka tatkala datang untuk memanggil musa 'alaihis salaam; alloh melanjutkan firman-nya,
ayat yang mulia ini,menjelaskan bagaimana seharusnya kaum wanita berakhlaq dan bersifat malu. Allah menyifati gadis wanita yang mulia ini dengan cara jalannya yang penuh dengan rasa malu dan terhormat.
Amirul mukminin umar bin khoththob rodiyallohu 'anhu mengatakan, "gadis itu menemui musa 'alaihis salaam dengan pakaian yang tertutup rapat, menutupi wajahnya." sanad riwayat ini shahih.
Kisah ini menunjukkan bahwa seharusnya wanita selalu memiliki sifat malu ketika bergaul dengan lawan jenis, ketika berbicara dengan mereka dan ketika berpakaian.
Demikianlah kriteria wanita yang semestinya jadi idaman. Namun kriteria ini baru sebagian saja. Akan tetapi, kriteria ini semestinya yang dijadikan prioritas.
Intinya, jika seorang pria ingin mendapatkan wanita idaman, itu semua kembali pada dirinya. Ingatlah: ”wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”. Jadi, hendaklah seorang pria mengoreksi diri pula, sudahkah dia menjadi pria idaman, niscaya wanita yang ia idam-idamkan di atas insya allah menjadi pendampingnya. Inilah kaedah umum yang mesti diperhatikan.
sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9773003

(1) Kriteria Pertama : Memiliki Agama yang Bagus
Inilah yang harus jadi kriteria pertama sebelum kriteria-kriteria lainnya. Tentu saja wanita idaman memiliki aqidah yang bagus, bukan malah aqidah yang salah jalan. Seorang wanita yang baik agamanya tentu saja tidak suka membaca ramalan-ramalan bintang seperti zodiak dan shio.
Karena ini tentu saja menunjukkan rusaknya aqidah wanita tersebut. Membaca ramalan bintang sama halnya dengan mendatangi tukang ramal. Bahkan ini lebih parah dikarenakan tukang ramal sendiri yang datang ke rumahnya dan ia bawa melalui majalah yang memuat berbagai ramalan bintang setiap pekan atau setiap bulannya. Jika cuma sekedar membaca ramalan tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan,
Quote:
| “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu ia bertanya mengenai sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama 40 malam.” |
Quote:
| “Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkan apa yang mereka katakan, maka ia telah kufur pada Al Qur’an yang diturunkan pada Muhammad.” |
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan seorang pria untuk memilih perempuan yang baik agamanya. Beliau bersabda,
Quote:
| “Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”. |
Yahya bin Yahya an Naisaburi mengatakan bahwa beliau berada di dekat Sufyan bin Uyainah ketika ada seorang yang menemui Ibnu Uyainah lantas berkata, “Wahai Abu Muhammad, aku datang ke sini dengan tujuan mengadukan fulanah -yaitu istrinya sendiri-. Aku adalah orang yang hina di hadapannya”. Beberapa saat lamanya, Ibnu Uyainah menundukkan kepalanya. Ketika beliau telah menegakkan kepalanya, beliau berkata, “Mungkin, dulu engkau menikahinya karena ingin meningkatkan martabat dan kehormatan?”. “Benar, wahai Abu Muhammad”, tegas orang tersebut. Ibnu Uyainah berkata,
“Siapa yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Siapa yang menikah karena cari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta dan kehormatan di samping agama”.
Kemudian beliau mulai bercerita, “Kami adalah empat laki-laki bersaudara, Muhammad, Imron, Ibrahim dan aku sendiri. Muhammad adalah kakak yang paling sulung sedangkan Imron adalah bungsu. Sedangkan aku adalah tengah-tengah. Ketika Muhammad hendak menikah, dia berorientasi pada kehormatan. Dia menikah dengan perempuan yang memiliki status sosial yang lebih tinggi dari pada dirinya. Pada akhirnya dia jadi orang yang hina. Sedangkan Imron ketika menikah berorientasi pada harta. Karenanya dia menikah dengan perempuan yang hartanya lebih banyak dibandingkan dirinya. Ternyata, pada akhirnya dia menjadi orang miskin. Keluarga istrinya merebut semua harta yang dia miliki tanpa menyisakan untuknya sedikitpun. Maka aku penasaran, ingin menyelidiki sebab terjadinya dua hal ini.
Tak disangka suatu hari Ma’mar bin Rasyid datang. Kau lantas bermusyawarah dengannya. Kuceritakan kepadanya kasus yang dialami oleh kedua saudaraku. Ma’mar lantas menyampaikan hadits dari Yahya bin Ja’dah dan hadits Aisyah. Hadits dari Yahya bin ja’dah adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Quote:
| “Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi” (HR Bukhari dan Muslim) |
Quote:
| “Perempuan yang paling besar berkahnya adalah yang paling ringan biaya pernikahannya” (HR Ahmad no 25162, menurut Syeikh Syu’aib al Arnauth, sanadnya lemah). |
Inilah kriteria wanita idaman yang patut diperhatikan pertama kali –yaitu baiknya agama- sebelum kriteria lainnya, sebelum kecantikan, martabat dan harta.
(2) Kriteria Kedua : Selalu Menjaga Aurat
Kriteria ini pun harus ada dan jadi pilihan. Namun sayangnya sebagian pria malah menginginkan wanita yang buka-buka aurat dan seksi. Benarlah, laki-laki yang jelek memang menginginkan wanita yang jelek pula.
Ingatlah, sangat bahaya jika seorang wanita yang berpakaian namun telanjang dijadikan pilihan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Quote:
| “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat:Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” |
Quote:
| 1. Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang. 2. Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. |
Allah Ta’ala berfirman,
Quote:
| “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59) |
Allah Ta’ala juga berfirman,
Quote:
| “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 31) |
(3) kriteria ketiga : Berbusana dengan memenuhi syarat pakaian yang syar’i
wanita yang menjadi idaman juga sepatutnya memenuhi beberapa kriteria berbusana berikut ini yang kami sarikan dari berbagai dalil al qur’an dan as sunnah.
Syarat pertama: Menutupi seluruh tubuh (termasuk kaki) kecuali wajah dan telapak tangan.
Syarat kedua: Bukan memakai pakaian untuk berhias diri.
Allah ta’ala berfirman,
Quote:
| “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (qs. Al ahzab : 33) |
syarat ketiga: Longgar, tidak ketat dan tidak tipis sehingga tidak menggambarkan bentuk lekuk tubuh.
Syarat keempat: Tidak diberi wewangian atau parfum. Dari abu musa al asy’ary bahwanya ia berkata, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Quote:
| “seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” |
“kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian”
dari ibrahim, umar (bin khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata,
“seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan umar)”.
syarat kelima: Tidak menyerupai pakaian pria atau pakaian non muslim.
Dari ibnu abbas radhiyallahu ‘anhu berkata,
“rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.”
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
Quote:
| ”barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”. |
(4) kriteria keempat : Betah tinggal di rumah
di antara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang shalihah adalah betah berada di rumah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari godaan wanita yang merupakan godaan terbesar bagi laki-laki.
Allah ta’ala berfirman,
Quote:
| “dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (qs al ahzab: 33). |
Disebutkan bahwa ada orang yang bertanya kepada saudah -istri rasulullah-, “mengapa engkau tidak berhaji dan berumrah sebagaimana yang dilakukan oleh saudari-saudarimu (yaitu para istri nabi yang lain, pent)?” jawaban beliau, “aku sudah pernah berhaji dan berumrah, sedangkan allah memerintahkan aku untuk tinggal di dalam rumah”. Perawi mengatakan, “demi allah, beliau tidak pernah keluar dari pintu rumahnya kecuali ketika jenazahnya dikeluarkan untuk dimakamkan”. Sungguh moga allah ridha kepadanya.
Ibnul ‘arabi bercerita, “aku sudah pernah memasuki lebih dari seribu perkampungan namun aku tidak menjumpai perempuan yang lebih terhormat dan terjaga melebihi perempuan di daerah napolis, palestina, tempat nabi ibrahim dilempar ke dalam api. Selama aku tinggal di sana aku tidak pernah melihat perempuan di jalan saat siang hari kecuali pada hari jumat. Pada hari itu para perempuan pergi ke masjid untuk ikut shalat jumat sampai masjid penuh dengan para perempuan. Begitu shalat jumat berakhir mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan aku tidak melihat satupun perempuan hingga hari jumat berikutnya”.
Dari abdullah, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Quote:
| “sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. |
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Quote:
| “rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” |
Quote:
| “dan tatkala ia sampai di sumber air negeri mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" kedua wanita itu menjawab: "kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya". Maka musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.” (qs. Qashash: 23-24). |
Tidak cukup sampai di situ kebagusan akhlaq kedua wanita tersebut. Lihatlah bagaimana sifat mereka tatkala datang untuk memanggil musa 'alaihis salaam; alloh melanjutkan firman-nya,
Quote:
| "kemudian datanglah kepada musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan penuh rasa malu, ia berkata, 'sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.'" (qs. Al qashash : 25) |
Amirul mukminin umar bin khoththob rodiyallohu 'anhu mengatakan, "gadis itu menemui musa 'alaihis salaam dengan pakaian yang tertutup rapat, menutupi wajahnya." sanad riwayat ini shahih.
Kisah ini menunjukkan bahwa seharusnya wanita selalu memiliki sifat malu ketika bergaul dengan lawan jenis, ketika berbicara dengan mereka dan ketika berpakaian.
Demikianlah kriteria wanita yang semestinya jadi idaman. Namun kriteria ini baru sebagian saja. Akan tetapi, kriteria ini semestinya yang dijadikan prioritas.
Intinya, jika seorang pria ingin mendapatkan wanita idaman, itu semua kembali pada dirinya. Ingatlah: ”wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”. Jadi, hendaklah seorang pria mengoreksi diri pula, sudahkah dia menjadi pria idaman, niscaya wanita yang ia idam-idamkan di atas insya allah menjadi pendampingnya. Inilah kaedah umum yang mesti diperhatikan.
sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9773003
Rabu, 07 Maret 2012
Financial World Flow
Nama : Akbar Nasution
Npm : 14209644
Kelas : 3 EA 15
Matkul: Komp. Lembaga Keu. Perbankan
Dalam kehidupan sehari-hari khususnya perekonomian dalam masyarakat, terkadang dalam memenuhi kebutuhannya terdapat kekurangan dalam sisi keuangan, dan ada juga yang tercukupi bahkan masih memiliki banyak/kelebihan uangnya.
Npm : 14209644
Kelas : 3 EA 15
Matkul: Komp. Lembaga Keu. Perbankan
Dalam kehidupan sehari-hari khususnya perekonomian dalam masyarakat, terkadang dalam memenuhi kebutuhannya terdapat kekurangan dalam sisi keuangan, dan ada juga yang tercukupi bahkan masih memiliki banyak/kelebihan uangnya.
Oleh karena itu, bagi yang memiliki banyak uang , orang-orang banyak yang menyimpan atau mendepositkan uangnya ke bank karena jauh lebih aman dan juga tergiur akan bunga yang bank berikan, mendepositkan ini juga dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Saving Deposit, yaitu penyimpanan uang dalam bentuk tabungan. Jadi dengan saving deposit ini, seseorang merasa aman dalam menyimpan uangnya dan merasakan keuntungan dengan bunga sekian persen yang bank berikan.
2. Demand Deposit, yaitu penyimpanan uang dalam bentuk giro. Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara perbankan yang hampir merupakan kebalikan dari system cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka.
3. Time Deposit, yaitu penyimpanan uang dalam bentuk deposito. Deposito itu sendiri yaitu sejenis jasa tabungan yang biasa ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu di mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa.
Dibalik itu, banyak juga orang-orang yang memiliki kekurangan dalam financialnya atau keuangannya. Karena memiliki kekurangan uang, biasanya masyarakat melakukan pinjaman pula ke bank untuk memenuhi kebutuhan hidup dan segala macamnya. Oleh karena itu bank disebut juga sebagai perantara keuangan.
Tetapi dibalik itu semua, banyak orang-orang atau nasabah yang tidak membayar pinjaman bank dalam arti kata pinjaman tersebut telat dibayarkan bahkan sulit untuk dicari karena nasabah tersebut sudah lari atau melarikan diri. Maka dari hal tersebutlah Bank tidak ingin menanggung resiko itu sendiri, oleh karena itu bank bekerja sama dengan Asuransi dan DEF atau yang biasa kita sebut Leasing untuk meminimalisasi resiko tersebut.
Asuransi (katakanlah Asuransi A) pun juga demikian, untuk meminimalisasi resiko tersebut maka Asuransi pun bekerjasama dengan Asuransi lain (katakanlah Asuransi B) dengan meminjam UP kepada Asuransi Bsehingga hasli premi Asuransi A pun berkurang, hal ini disebut dengan Reasuransi (mengasuransikan ulang). Karena pihak kedua (Asuransi B) ingin meminimalisasi resiko juga, maka pihak Asuransi B pun mencari pihak Asuransi yang ingin diajak bekerja sama juga, yaitu katakanlah Asuransi C. dalam hal ini kerjasama pihak Asuransi B dengan Asuransi C disebut dengan Resrocessi (penjaminan dan mengasuransikan ulang). Dari proses itu semua maka dapat kita sebut Financial World Of Flow.
Dalam pembahasan mengenai bank dan asuransi tadi, ada juga masyarakat yang tidak ingin melibatkan bank sebagai perantara keuangannya. Oleh karena itu, ada masyarakat atau perorangan yang menggeluti Capital Market atau disebut juga dengan Pasar Modal. Dalam pasar modal terdapat beberapa istilah yang saya harus sampaikan, antara lain adalah :
1. Obligasi , yaitu suatu istilah yang digunakan dalam dunia pasar modal yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.
2. Saham atau Stock, yaitu surat kepemilikan dalam suatu perusahaan atau corporation. Dari surat kepemilikan saham inilah kita mendapakan pembagian keuntungan hasil usaha, yang disebut dengan istilah Deviden.
Langganan:
Postingan (Atom)